Minggu, 04 November 2012

Teknik Dasar Lompat Tinggi Gaya Straddle



  Teknik Dasar Lompat Tinggi Gaya Straddle
Kelangsungan gekan lompat gaya straddle dapat dibagi ata awalan, tumpuan , melewati mistar dan mendarat.
                   a.    Awalan
Awalan lompatan tinggi gaya straddle dilakukan dalam garis lurus yang menyerong dari permukaan depan matras pendaratan. Sudut yang disarankan adalah sekitar 200 - 300 dari garis lurus matras, tetapi dapat juga awalan tersebut berbentuk lengkungan dengan sudut 450  55 0 terhadap letak mistar.
Kecepatan dalam melakukan awalan diperlukam untuk member momentum terhadap badan untuk melewati mistar. Oleh sebab itu awaln dilakukan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Panjang awalan sebanyak delapan langkah yang terdiri dari empat langkah terakhir lebih dari pada empat langkah yang pertama. Agar selalu bertumpu pada titik tumpu yang tepat dianjurkan menggunakan tanda-tanda. Kalau tumpuan dilakukan dengan kaki kiri, maka awalan dimulai dari sebelah kiri bak lompat.
b.    Tolakan
Tolakan pada saat melakukan tumpuan dilakukan dengan kuat agar menghasilkan gerakan naik yang maksimal. Untuk mencapai ini, langkah terakhir agar lebih lebar dengan sikap badan agak menengadah disertai gerakan ayunan ke atas untuk membantu mengangkat titik berat badan lebih tinggi.
Sikap badan yang agak menengadah menyebabkan sudut tumpuan yang besar. Sehingga akan mempermudah gerakan mengayun kaki yang juga membantu gerakan ke atas. Gerakan kaki ayuna dalam keadaan luru tetapi tidak kaku.
Setelah kaki kanan ayunkan ke atas dan badan terangkat dengan kaki tumpu lepas dari tanah, kaki ayun tersebut tidak lurus lagi. Ayunan kaki lebih tinggi dari pada kepala dan melewati mistar lebih dalu dari badan yang lain dan di usahakan agar lengan kiri tidak sampai ,menyentuh mistar.

c.    Bentuk badan saat melewati mistar
Setelah mencapai titik tonggi maksimum, badan diputar ke kiri penuh dengan kepala mendahului lewat mistar. Perut dan dada menghadap ke bawah, kaki tumpuan yang semula bergantung, ditarik dalam sikap kangkang pada saat ini kaki kanan sudah turun dan tngan sudah bersiap-siap membantu mendarat.


d.    Mendarat
Setelah melewati mistar, pelompat dapat langsung jatuh bertumpu pada punggung yang tidak membahayakan. Tetapi kalau tempat pendaratan terbuat dari bak pasir pendaratan dilakukan dengan kaki kanan( kaki ayun ) dan di bantu oleh kedua tangan. Kalau badan akan di jatuhkan, yang jatuh terlebih dahulu adalah pundak bagaian kanan dan kemudian terus berguling.

Sumber :
ESENSI,“PENJAS ORKES”:Halaman 17-18 untuk SMA/MA/SMK XI semester II

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar